Madu Hutan Apis dorsata

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Madu Hutan | Informasi | Lingkungan
artikel

Gambaran Umum Global Warming, Efek Dan Cara Untuk Mencegah Pemanasan Global Dunia

E-mail Print PDF

Kita semua sama2 tahu bahwa pemanasan global sedang terjadi. IPCC melaporakn penelitiannya bahwa 0,15 - 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat.

Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Yah,,,kita semua sudah mengetahui itu… dan sebagian orang tetap mencoba untuk memberitahukan bahwa kejadian ini benar-benar sedang terjadi… namun tetap tidak sedikit orang yang masih tidak peduli. Mungkin karena kita masih merasa nyaman dengan keadaan sekarang…bisa menikamti semuanya mulai dari makanan, air, udara, daratan yang sukup untuk bermain bola, social yang masih cukup damai, dll…

Yah…itu saat ini…lalu bagaimana jika 10 tahun lagi, atau 20 tahun, atau sampai 30 tahun lagi. Saya tahu tidak akan terjadi perubahan yang signifikan saat ini karena kita semua masih menganggap ini hal yang biasa, tapi saya akan menjadi manusia yang sangat bodoh jika saya tidak terus mencoba untuk menginformasikan ini.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Ada beberapa cara mudah yang bias kita lakukan, yaitu ;

1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

Dan saya yakin anda cukup pintar untuk menanggapinya….makasih

Bumi_cool-love_earth

sumber : http://organisasi.org/gambaran-umum-global-warming-efek-dan-cara-untuk-mencegah-pemanasan-global-dunia

 

Madu Hutan dan Gerakan Konservasi Inisiatif Rakyat Ujung Kulon

E-mail Print PDF
Oleh: Eman Sulaeman *

Bumi cukup untuk semua umat, tidak untuk satu orang serakah
Tema konservasi saat ini menjadi hangat dalam dinamika internasional, sepertinya masyarakat dunia telah menyadari bahwa krisis energi bagaikan kiamat bagi keberlangsungan peradaban manusia. Eksploitasi atas sumber daya energi yang tak terbaharui, serta dampak dari penggunaannya oleh sektor industri telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim bumi, bencana alam, ancaman makin terkikisnya daratan oleh lelehan gunung es serta pencemaran lingkungan yang mempengaruhi kesehatan. Sepertinya bumi sudah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi manusia, dengan tanpa ada pilihan lain. Menurut DepHutBun (2000), laju degradasi hutan di Indonesia mencapai rataan 1-1,5 juta hektar yang sekaligus mengancam seluruh tipe habitat, dari hujan dataran rendah sampai alpin dan menyebabkan penyusutan sebanyak 20% sampai 70%. Akibat lanjutannya adalah fungsi lingkungan hutan yang mendukung kehidupan manusia terabaikan, beragam kehidupan flora dan fauna yang membentuk mata rantai kehidupan yang bermanfaat bagi manusia menjadi rusak dan hilang. Semua ini mengakibatkan timbulnya ketidakadilan dan kesenjangan mengakses manfaat pembangunan bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Read more...
 

Dibalik manisnya Madu Hutan JMHI

E-mail Print PDF

Dibalik manis nya maduMadu memang manis.. apalagi juga mempunyai banyak kandungan yang bermanfaat buat kesehatan manusia. Tapi dibalik semua itu ternyata madu hutan yang dipanen oleh anggota Jaringan Madu Hutan Indonesia mempunyai sisi lain yang juga tidak kalah manisnya.

Apa itu JMHI dan siapa saja yang terlibat
Peningkatan Kualitas Madu Hutan
Madu Hutan dan Pelestarian Lingkungan Hutan
Madu Hutan = alternative pendapatan masyarakat
Madu hutan membantu melestarikan kebudayaan adat
Panen madu hutan dan pelestarian koloni lebah hutan


Apa itu JMHI dan siapa saja yang terlibat ?
JMHI adalah jaringan yang berfungsi sebagai forum komunikasi, berbagi pengalaman tentang praktek pengelolaan dan pemanfaatan lebah madu hutan di masing-masing wilayah, informasi dan komunikasi antar wilayah, guna membuat langkah-langkah strategis ke depan untuk mengatasi masalah kehutanan di Indonesia khususnya. JMHI mempunyai anggota yang tersebar di 8 propinsi di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Sumbawa.

Read more...
 

Agen Perlindungan Hutan

E-mail Print PDF

Masyarakat sebagai Agen Perlindungan Hutan

Lebah hutan hanya bisa bersarang dan tinggal dan mencari makan di hutan yang terawat dan masih belum rusak. Mereka tinggal dan menetap di pohon yang sama dari tahun ke tahun.

Tapi musuh utama lebah hutan adalah illegal logging dan pembakaran hutan. Karena dengan illegal logging dan pembakaran hutan, maka tempat tinggal dan tempat mereka mencari makan menjadi punah.

Apalagi dengan adanya konversi lahan besar-besaran untuk lahan kelapa sawit yang juga mengancam beberapa daerah dampingan JMHI membuat kami semua berusaha lebih keras supaya lebah hutan tidak punah.

Madu hutan yang dipanen oleh komunitas masyarakat hutan menjadi salah satu agen dalam mengurangi illegal logging, kebakaran hutan dan kerusakan hutan lainnya. Masyarakat mendapat intensif langsung dari jerih payah mereka menjaga dan melestarikan hutan di sekitar mereka.

Perlahan-lahan masyarakat sekitar hutan bisa lebih bertanggung jawab memelihara hutan di sekitar mereka supaya madu hutan tidak punah dan bisa mereka panen untuk pendapatan mereka.

Dengan madu hutan ini, maka kita semua ikut serta dalam menjaga hutan supaya masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

 



Banner

Sponsored Links

Related Items