Sembuhkan Aku Dengan Madu!
Simposium Madu, Kesehatan dan Nutrisi se-Asia
19 September, 2011
Guest House Nusa Indah, Kebun Raya Bogor
Tidak semua madu itu sama! Khususnya madu hutan!
Tujuan dari “Simposium Madu, Kesehatan dan Nutrisi se-Asia” ini adalah untuk menunjukkan sebuah keistimewaan berupa kontribusi dari madu hutan pada bidang kesehatan dan penyediaan nutrisi.
Ini adalah sebuah tahapan yang belum di-eksplorasi lebih jauh, dan sangat memerlukan perhatian tambahan. Simposium ini dilaksanakan oleh Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI), bersama dengan Dian Niaga Jakarta dan berkolaborasi dengan NTFP Exchange Programme for South & Southeast Asia (NTFP-EP) yang berbasis di Manila.
Simposium ini bertujuan untuk saling membagikan informasi terkini tentang manfaat-manfaat sisi kesehatan dan nutrisi dari madu, pollen dan propolis yang dihasilkan oleh lebah hutan Apis dorsata dan Trigona spp. Sharing akan menitikberatkan pada berbagai isu yang mempengaruhi posisi madu hutan sebagai produk niche khusus.
Simposium akan dilaksanakan di Kebun Raya Bogor, Indonesia, pada tanggal 19-20 September 2011. Acara ini akan dibuka oleh Dr. Soesilawati dari Center of Research on Forests and Conservation. Dr Soes, begitu beliau biasa dipanggil, memiliki pengalaman pada madu hutan dan selama ini bekerja bersama Jaringan Madu Hutan Indonesia, khususnya pada aspek teknis dan ilmiah.
Beberapa tema akan dibahas oleh beragam peneliti dan ahli madu hutan. Para pembicara pada symposium ini berasal dari 6 (enam) negara yang berbeda. Pembicara dari India akan menyajikan beberapa isu yang berhubungan dengan:
• Madu hutan dan kondisi terkini industri kesehatan Ayurvedic (Mablu, Prakruti).
• “honey laundering”, kasus India (Pandu Hegde, Appiko), dan
• Hasil dari pengujian kandungan nutrisi dan residu pestisida pada madu/pollen Apis dorsata yang dipanen di Nilgiris (Leo Maria Robert and Suganthi Thangavel, Keystone Foundation).
Presentasi akan dilengkapi oleh pemaparan dari Vietnam dan Thailand, yang berkaitan dengan:
• Nilai nutrisi dan kesehatan dari pollen lebah, dengan penjelasan tentang bagaimana cara penanganan dan cara mempertahankannya (Phung Huu Chinh, former Director of the Bee Research and Development Center, Hanoi).
• Aktivitas antimicrobial dari madu Apis dorsata; aktivitas anti-proliferative dari propolis Trigona laeviceps pada sel kanker manusia (Chanpen Chanchao, Chulalongkorn University)
Satu mata acara yang penting dalam symposium ini adalah demonstrasi penyembuhan luka terbuka dari penderita diabetes dengan menggunakan madu hutan. Demonstrasi ini akan dibawakan oleh Siti Amrah Sulaiman, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, sesuai dengan presentasi beliau tentang “Potensi Keuntungan Kesehatan dari Madu Tualang berdasarkan temuan-temuan Penelitian Terkini”.
Masukan-masukan penting juga akan disampaikan oleh pendukung JMHI yang telah lama berkecimpung di isu ini: Johnny Utama (direktur Dian Niaga) dan Jenne de Beer, International Society of Ethnobotany (ISE) Field Fellow, Manila.
Pertemuan para peneliti ini akan dilanjutkan dengan Konferensi Madu Hutan terbesar di Asia yang akan dihadiri oleh petani madu hutan, ahli-ahli dan kelompok pendamping dan pendukung. Koferensi akan dilaksanakan di Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, di Pulau Jawa, pada tanggal 20-25 September 2011.
Kami mengundang rekan-rekan pers untuk hadir dalam event ini. Tanya-jawab dengan para pembicara dapat dilakukan selama symposium berlangsung, pada tanggal 19 September 2011, pukul 8.30-17.30, bertempat di Guest House Nusa Indah, Kebun Raya Bogor, Jl. IH JUanda No. 13, Bogor.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sekretariat JMHI, dengan Valentinus Heri ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ) di nomor +62 812 574 8634.
Related articles :
| Comments |
|






