HOME | CONTACT US

panen madu

Madu hutan dipanen sesuai dengan adat istiadat masyarakat setempat. Mereka akan menyanyikan lagu "timang lalau" untuk menenangkan para lebah supaya tidak agresif dan menyerang pemanen.

Para pemanen lebah pohon "Lalau" juga bukan sembarang orang, mereka merupakan segelintir orang yang mempunyai kelebihan sehingga lebah-lebah tidak agresif menyerang mereka.

Ada saja hal-hal yang diluar nalar apabila mereka tidak melakukan panen sesuai dengan adat mereka, seperti gangguan ular besar, dilempari batu, dan mahluk gaib yang menampakan diri.

Madu hutan yang kita konsumsi ini mempunyai cerita-cerita eskotis yang berlainan. Mereka akan menceritakan kepada kita keindahan hutan tempat mereka dulu pernah disana, suara burung dan monyet yang bersahutan, lebatnya pohon-pohon sehingga sinar matahari yang masuk tidak bisa menembusnya. Bagaimana para lebah hutan mencari nektar dari bunga-bunga di hutan..

Anda yang membeli produk madu hutan JMHI ini bisa bergabung dalam mailing list untuk saling berbagi cerita pengalaman seputar madu hutan di Indonesia

Selamat datang di dunia Eskotisme Madu Hutan..